Kamis, 21 Maret 2019

Dampak Kesehatan Akibat Perubahan Iklim


ImageH.L. Blum (1974) mengatakan bahwa status kesehatan dipengaruhi oleh empat faktor. Keempat faktor tersebut adalah perilaku, keturunan, layanan kesehatan, dan lingkungan. Selain berpengaruh langsung terhadap kesehatan, keempat faktor tersebut juga saling mempengaruhi satu sama lainnya. Status kesehatan akan mencapai derajat yang optimal apabila keempat faktor tersebut secara bersamaan berada dalam keadaan yang optimal pula. Jika salah satu faktor atau beberapa faktor tersebut terganggu, maka status kesehatan akan bergeser di bawah derajat optimal.
Saat ini permasalahan lingkungan selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Berubahnya gaya hidup dan perilaku manusia telah banyak mempengaruhi keseimbangan lingkungan yang juga mempengaruhi perubahan pola penyakit. Banyak dari gaya hidup dan perilaku manusia justru membuat lingkungan menjadi rusak dan terganggu peruntukannya. Hal ini menyebabkan
terjadinya perubahan – perubahan lingkungan yang cenderung merugikan manusia itu sendiri termasuk kesehatannya.
 Definisi Pemanasan Global
            Pemanasan global global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosferlaut, dan daratan Bumi (id.wikipedia.org).
Perubahan Iklim
            Perubahan iklim adalah berubahnya komposisi atmosfer global antara lain suhu dan distribusi curah hujan sebagai akibat dari kegiatan manusia selama periode waktu tertentu yang membawa dampak luas terhadap berbagai kehidupan manusia (PERMENKES No. 1018 tahun 2011).  Perubahan iklim merupakan fenomena global yang disebabkan oleh kegiatan manusia dalam penggunaan energi bahan bakar fosil serta kegiatan alih-guna-lahan dan kehutanan. Kegiatan tersebut merupakan sumber utama Gas Rumah Kaca (GRK) terutama karbon dioksida (CO2) yang kontribusi terbesar berasal dari negara industri. Gas ini memiliki kemampuan menyerap panas yang berasal dari radiasi matahari yang dipancarkan kembali oleh bumi. Penyerapan ini telah menyebabkan pemanasan atmosfer atau kenaikan suhu dan perubahan iklim (UU No.17 tahun 2004) .
 Dampak Buruk terhadap Kesehatan Akibat Perubahan Iklim
            Dampak buruk terhadap kesehatan akibat perubahan iklim adalah konsekuensi dari perubahan iklim terhadap sistem alam dan kesehatan manusia (PERMENKES No. 1018 tahun 2011).
Situasi Terkini Perubahan Iklim
Perubahan iklim global merupakan isu yang saat ini menjadi perhatian bagi banyak kalangan, terutama setelah diselenggarakannya Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 1992. Namun demikian fenomena ini belum dipahami secara tepat karena prosesnya yang sangat rumit. Perubahan iklim seringkali disalah-artikan sebagai variasi iklim yang kadang-kadang terjadi dengan gejala yang agak ekstrem dan membawa dampak seketika yang cukup signifikan. Perubahan iklim adalah fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan bakar fosil (BBF) dan kegiatan alih guna lahan.
Sebagian beranggapan bahwa perubahan iklim dapat menyebabkan penderitaan yang tak tertanggungkan bagi masyarakat yang rentan. Sebagian menitikberatkan perhatian pada bagaimana menangani suatu ekosistem tertentu. Sebagian lagi mengkhawatirkan bahwa perubahan iklim akan meningkatkan kemungkinan ketidakstabilan iklim yang jauh lebih luas. Tetapi sebagian lagi menyatakan bahwa pengurangan emisi sangatlah mahal (dan karenanya tidak mungkin dilakukan).
Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa pada abad 20, temperatur rata-rata bumi naik 0,4-0,8oC. Kenaikan ini diduga akan terus berlangsung, dan pada tahun 2100 temperatur rata-rata global akan menjadi 1,4-5,8oC lebih hangat1. Salah satu antisipasi terhadap efek pemanasan global tersebut adalah pada naiknya kemungkinan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem, seperti badai, banjir, dan kekeringan (Harmoni,2010).
Perubahan iklim terutama disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi COdan GRK lainnya. Meningkatnya konsentrasi COdan GRK lainnya tersebut diketahui merupakan akibat dari sejumlah aktivitas antropogenik, tetapi terutama akibat dari pembakaran bahan bakar fosil dalam produksi energi dan kegiatan alih guna lahan. Semakin tinggi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup, semakin besar pula aktivitas industri, pembalakan hutan, pertanian, rumah tangga, dan aktivitas lain yang melepaskan GRK. Ketika revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsentrasi CO2, salah satu GRK penting, di atmosfer baru 290 ppmv (part per million by volume), saat ini konsentrasi COtersebut telah mencapai 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang konsentrasi COdiperkirakan akan meningkat menjadi dua kali lipat dari jaman pra industri, yaitu sekitar 580 ppmv
Dampak Perubahan Iklim Tehadap Kesehatan
Menurut Thabrani, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dapat dibagi menjadi dua jenis, yakni ekfek langsung dan efek tidak langsung. Efek langsung adalah efek yang langsung dirasakan oleh manusia akibat perubahan iklim. Sedangkan efek tidak langsung adalah efek yang dirasakan setelah lama terpapar dengan perubahan iklim.
Efek langsung : Heat and Winter Wave 
- Heat Wave
Image
Dalam kondisi normal, manusia bisa bertahan pada suhu 10‐35 0C. Tetapi pada suhu diatas 40 0C, maka sebagian manusia, khususnya anak‐anak dan orang berusia lanjut, mulai mengalami kesulitan. Suhu tinggi yang disertai kelembaban rendah menyebabkan mudahnya terjadi kekurangan air dalam tubuh (dehidrasi). Dehidrasi dapat menimbulkan berbagai gangguan fungsi temporer sampai permanen, tergantung lamanya dehidrasi terjadi. Kematian karena suhu terlalu panas (heat stroke) di kalangan jemaah haji Indonesia, yang banyak terjadi ketika musim haji jatuh di musim panas, merupakan contoh efek langsung iklim.
Ketika gelombang panas melanda Eropa, banyak kematian penduduk lanjut usia tidak terhindarkan. Seperti dikemukakan oleh Confalonieri (2007) d, gelombang panas yang menyerang Perancis di bulan Juli dan Agustus 2003 telah menewaskan lebih dari 14.800 orang. Kematian tersebut merupakan dampak langsung dari iklim ekstrim panas. Tidak semua orang terkena dampak langsung, meskipun ia berada di luar (tanpa mencari tempat teduh, ruang berpendingan, atau berendam di air yang lebih dingin). Status kesehatan seseorang juga menentukan dampak langsung suhu ekstrim, baik panas maupun dingin (Tahbrani).
- Winter Wave
Image
Efek langsung suhu dingin sering terjadi pada orang‐orang yang terjebak di salju untuk waktu beberapa lama. Jika di suhu panas terjadi heat stroke, di suhu dingin terjadi frozen bite. Manusia juga mati kedinginan karena sirkulasi darah ke otak, khususnya, terhambat. Hambatan sirkulasi darah ke anggota badan, karena otot‐otot membeku dan aliran darah terhambat menyebabkan nekrosis, jaringan di anggota badan mati. Apabila hal tersebut berlangsung lama, maka keadaan tidak bisa dipulihkan. Apabila jantung dan otak masih berfungsi, orang tersebut harus menjalani amputasi (Thabrani).
Dampak Tidak Langsung : Penyakit Menular
Efek tidak langsung dari iklim jauh lebih banyak dan lebih sulit dihitung kerugian ekonominya. Banyak faktor yang mempersulit yang juga turut menentukan efek iklim tidak langsung terhadap manusia.
Efek iklim terhadap kesehatan secara tidak langsung sudah dikenal sejak lama. Sebagai contoh, siklus demam berdarah yang terkait dengan musim hujan. Begitu juga dengan serangan influenza, malaria, diare, tifus dan sebagainya. Penyakit‐penyakit tersebut berhubungan dengan perubahan iklim melalui perubahan kehidupan vektor atau bahan‐bahan transmisi penyebab penyakit (Thabrani).
Sumber :
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni. Penerbit Rineka Cipta
: Jakarta.
Harmoni, Ati. Jurnal. Dampak Sosial Ekonomi Perubahan Iklim. Fakultas Teknologi
Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma.
Thabrany, Hasbullah. Risiko Kesehatan Akibat Perubahan Cuaca. Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar